doni-blog-270x80

Archived Articles

 Kutipan ASG

 Tentang Kewarganegaraan & Politik

 

1.     Setiap warganegara memiliki tanggung-jawab untuk mengawal keadilan dan hak azasi melalui aksi kemasyarakatan yang terorganisasi. –Economic Justice for All 120.

 

2.     Sebagai makhluk sosial, lelaki dan perempuan membangun masa depan mereka dalam serangkaian pembentukan kelompok-kelompok khusus, sebagai tujuan sekaligus sebagai sarana yang diperlukan bagi perkembangan mereka, (terbentuknya) kelompok yang lebih luas, suatu kelompok yang memiliki sifat universal, yakni masyarakat politik. –A Call to Action 24.

 

3.Dengan serius terlibat dalam hidup politik pada aneka level yang berbeda –lokal, regional, nasional dan internasional; berarti meneguhkan tugas semua orang untuk menyadari realita konkrit beserta nilai kebebasan-memilih yang ditawarkan kepada mereka untuk memperjuangkan kebaikan wilayah dan bangsanya dan juga kebaikan kemanusiaan. Politik merupakan tata-perilaku (meskipun bukan satu-satunya) yang sangat menuntut perhatian penuh (dalam) menghayati komitmen Kristiani bagi pelayanan kepada sesama. –A Call to Action 46

 

4.Kaum Kristiani mesti menyadari peran mereka yang khas dan wajar dalam kehidupan politik. Hendaknya mereka menjadi teladan cemerlang dalam hal tanggung-jawab dan dedikasi mereka demi kesejahteraan umum. Mereka mesti menunjukkan dalam praxis bagaimana otoritas bisa berjalan seiring dengan kemerdekaan, initiatif pribadi dengan solidaritas beserta perlunya struktur sosial secara lebih menyeluruh, dan akhirnya, nilai-lebih kesatuan dengan keuntungan adanya keterbedaan. –Gaudium et Spes 75

 

5.     Para anggota Gereja, sebagaimana warga masyarakat pada umumnya, memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam memajukan kesejahteraan umum. Kaum Kristiani harus memenuhi kewajiban mereka ini dalam kesetiaan dan kompetensi masing-masing. Mereka harus bertindak sebagai ragi di dunia, dalam keluarga mereka, maupun dalam ranah hidup professional, sosial, kultural maupun politik. –Justicia in Mundo #38

 

6.Adalah untuk memperjuangkan martabat manusia sebagai pribadi bahwa manusia mesti aktif berperan-serta dalam pemerintahan. –Pacem in Terris 73

 

7.   Sekali lagi kami mendorong putra-putri Kami untuk ambil bagian secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat, dan untuk ikut memperjuangkan kesejahteraan umum bagi keluarga besar umat manusia maupun bangsa dan Negara mereka masing-masing. Karena itu, mereka mesti berjuang dalam terang iman dan dalam kekuatan kasih, untuk memastikan bahwa aneka ragam kelembagaan (entah yang memiliki tujuan ekonomi, sosial, budaya maupun politis) hendaknya tidak menghalang-halangi, tetapi justru membantu proses penyempurnaan umat manusia, baik dalam tatanan hukum kodrat maupun adikodrati. –Pacem in Terris 146

 

8.   Hendaknya para warganegara dengan kebesaran jiwa dan kesetiaan memupuk cinta tanah air, tetapi tanpa berpandangan picik, sehingga serentak tetap memperhatikan kesejahteraan segenap keluarga manusia, yang terhimpun melalui pelbagai ikatan antar suku, antar bangsa dan antar negara. –Gaudium et Spes 75

 

9.Semua warganegara harus menyadari hak dan kewajiban mereka untuk memajukan kesejahteraan umum dengan mengikuti pemilihan umum. Gereja sangat menghargai dan menghormati mereka yang mengabdikan diri mereka kepada kepentingan umum dan yang bersedia mengemban tanggung-jawab sebagai abdi-masyarakat agar bisa melayani (masyarakatnya). –Gaudium et Spes 75

 

10.Hendaknya secara intensif diusahakan pembinaan kewarganegaraan dan politik, yang sekarang ini perlu sekali bagi masyarakat dan terutama bagi generasi muda, supaya semua warganegara mampu memainkan peranannya dalam hidup bernegara. Mereka yang cakap atau berbakat hendaknya menyiapkan diri untuk mencapai keahlian politik, yang sukar dan sekaligus amat luhur[ ], dan berusaha mengamalkannya, tanpa memperhitungkan kepentingan pribadi atau keuntungan materiil. Hendaknya mereka dengan keutuhan kepribadiannya dan kebijaksanaan menentang ketidakadilan dan penindasan, kekuasaan sewenang-wenang dan sikap tidak bertenggang rasa satu orang atau satu politik. Hendaknya mereka secara jujur dan wajar, malahan dengan cinta kasih dan ketegasan politik, membaktikan diri bagi kesejahteraan semua orang. –Gaudium et Spes 75

 

11.  Maka hendaknya para warganegara menyadari, bahwa termasuk hak maupun kewajiban mereka (yang harus diakui oleh kekuasaan sipil): sedapat mungkin menyumbangkan jasa mereka demi perkembangan masyarakat mereka yang sejati.  Gaudium et Spes #65

 

12.Kesimpulannya  ialah, bahwa pelaksanaan kekuasaan politik, baik dalam masyarakat sendiri, maupun di lembaga-lembaga yang mewakili negara, selalu harus berlangsung dalam batas-batas tata moral, untuk mewujudkan kesejahteraan umum yang diartikan secara dinamis, menurut tata perundang-undangan yang telah dan harus ditetapkan secara sah. Maka para warganegara wajib patuh-taat berdasarkan hati nurani mereka. Dari situ jelas jugalah tanggung jawab, martabat dan kewibawaan para penguasa. –Gaudium et Spes #74