doni-blog-270x80

Archived Articles

 

Kutipan ASG

Pemihakan kepada mereka yang miskin dan rapuh


 

1.     Yang disampaikan sebagai alternatif [di sini] bukanlah sistem Sosialis, yang pada kenyataannya berubah menjadi Kapitalisme Negara; tetapi lebih-lebih adalah masyarakat di mana ada kemerdekaan untuk bekerja, untuk melakukan usaha maupun untuk berpartisipasi. Masyarakat yang demikian ini tidak diarahkan untuk menghancurkan pasar, tetapi memiliki tuntutan bahwa pasar harus secara wajar dikontrol oleh kekuatan-kekuatan di dalam masyarakat maupun Negara, sedemikian rupa sehingga bisa menjamin bahwa kebutuhan dasar seluruh masyarakat terpenuhi.  Centesimus Annus 35.

 

2.     Manakala kita mencintai orang lain dengan kasih, maka pertama-tama kita berlaku adil terhadap mereka.. [K]eadilan tidak terpisahkan dari cintakasih, bahkan merupakan bagian intrinsik daripadanya. Keadilan adalah jalan utama dari cintakasih atau, memakai kata-kata Paulus VI, ukuran minimum dari cintakasih. Keadilan adalah bagian integral dari cintakasih “dalam perbuatan dan kebenaran” sebagaimana diajarkan St. Yohanes kepada kita. –Caritas in Veritate 6.

 

3.     [P]ada masa ini pengangguran menyebabkan terjadinya bentuk baru dari marginalisasi ekonomi; dan krisis yang kita alami di zaman ini hanya membuat situasi tersebut semakin terpuruk. Tidak memiliki pekerjaan atau bergantung kepada bantuan sosial dalam jangka panjang akan melumpuhkan kemerdekaan dan kreativitas orangnya, keluarganya maupun hubungan-sosialnya; tentu juga akan menyebabkan penderitaan pada aspek mental maupun spiritualnya. [Maka] yang utama untuk dipelihara dan dihargai adalah manusianya; yakni, dimensi pribadi manusia dalam segala integritasnya: “Manusia adalah sumber, fokus dan tujuan dari seluruh hidup sosial dan ekonomi.”  -Caritatis in Veritate 25.

 

4.     Sementara [konsep mengenai] kesejahteraan umum merangkum semua orang; mereka yang lemah, rapuh-ringkih, dan sangat membutuhkan bantuan berhak perhatian yang berpihak. Sebuah ujian moral yang mendasar bagi masyarakat kita adalah bagaimana kita memerlakukan mereka yang paling rapuh di antara kita. –Forming Conscience for Faithful Citizenship 50.

 

5.     Peruntukan universal dari harta-benda mengandaikan bahwa kaum miskin, marginal, serta mereka yang kondisi hidupnya terhalangi untuk hidup sejahtera secara wajar haruslah menjadi fokus dari keprihatinan khusus. Untuk mencapai tujuan ini, pemihakan kepada kaum miskin harus ditegaskan lagi dengan lebih sungguh-sungguh... Ini mempengaruhi setiap orang Kristiani sejauh dia mau sungguh-sungguh meneladani hidup Kristus, tetapi juga bisa diterapkan pada tanggung-jawab sosial kita; oleh karenannya terhadap cara hidup kita. –Kompendium Ajaran Sosial Gereja 182